Ke TOga MAs lagi. Searching sana sini, dan akhirnya beli banyak buku :

ada 2 buku lagi tapi aku ga berhasil nemu gambarnya di internet. kapan2 deh aku potret sndiri..
ayo membaca
Jumat, 20 November 2009
My New Book
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 2:47 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Bookshelf
Selasa, 17 November 2009
Cuci Piring Sendiri Dong
Satu hal yang harus dilakukan n melekat pada diri anak kos adalah MANDIRI. Ga mungkin kita tingal di kos sambil mbawa maid. Jadi, ayo sebutkan beberapa hal yang harus dilakuin oleh anak kos :
1. Mbersihin kamar sendiri
2. Nyuci pakaian (dilaundry juga bisa)
3. Nyuci alat makan
That’s it. So simple.
Tapi di kosku, sekarang ada pergeseran. Sejak jaman orde lama lengser, n digantikan orde baru. Ada fenomena yang mencolok. Piring, mangkuk, gelas, sendok, garpu, pisau menumpuk di wastafel.
Ada apa nihh??
Rupa-rupanya penghuni-kos-pemalas-egois-ga-tanggung-jawab pelakunya.
Mereka naruh alat makan mereka tanpa dicuci. Sengaja dibiarkan agar dicuciin ma umi, penjaga kosku. Padahal jaman dulu, mana ada hal kayak gini.
Keadaan ini mulai berlangsung tanpa henti, hingga akhirnya ada secarik kertas yang ditempelkan di wastafel. Kertas yang memberi peringatan untuk mencuci sendiri alat makan masing-masing. Tapi ternyata ga mampu membuat “para pelaku” yang aku yakin ga buta huruf, untuk menaati apa yang ditulis di kertas itu. Yang ada malah huruf-huruf di kertas itu jadi agak luntur karena kecipratan air, sungguh malang, dicuekin habis. (penulis juga gak tau siapa yang berbaik hati nulis n nempel kertas itu).
Sang korban (umi) pernah mengeluh juga padaku. “Tapi mau gimana lagi”, katanya, “masak dibiarkan ga dicuci”. Tega banget ya para pelakunya.
Aku pernah ngelihat salah satu pelaku minum susu n gelasnya ditaruh di wastafel tanpa dicuci n tanpa bersalah. Rupa-rupanya dia menganggap wajar klo emang alat makan itu dicuciin umi. Klo gitu dia harusnya nggaji umi dong. Ga ada tuh di job desknya umi jaman dulu buat nyuciin alat makan gitu.
What a shame.
Makanya aku bener-bener ngehargain pas nglihat ada anak kos yang nyuci piring sendiri. Hal simple tapi sungguh menunjukkan kepribadian orang itu.
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 3:38 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Rabu, 28 Oktober 2009
paduan suara fakultas kedokteran gigi universitas gadjah mada
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 8:45 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Senin, 19 Oktober 2009
Take Him Out
Menilik acara take him out di indosiar yang ditayangkan 17 oktober 2009 pukul 18.00 WIB, ada scene yang benar-benar menggambarkan realita hidup beserta doktrin-doktrin yang ada di masyarakat.
Babak pertama, seorang wanita cantik melenggang masuk ke panggung. “Nama saya Ve, usia saya 25 tahun, saya staff operasional di bidang pelumas (oli ya maksudnya?), dan saya adalah seorang muslim, “ awal perkenalannya. Wajah ‘n bodi oke, smart, itu yang mbuat semua cowok di ronde pertama ga bergeming buat matiin lampu kesempatan. Dalam pikirku, “ya iyalah. Oke bgt ni cewek”.
Ronde kedua, video tentang Ve diperlihatkan, yang menurutku semakin memperlihatkan kepositifan Ve. Terbukti cuma ada 1 cowok yang matiin lampu di detik2 terakhir countdown nya Choky, si pembawa acara-imut-ganteng-oke. Setelah ditanya kenapa mematikan lampu, cowok itu memberikan alasan, takut Ve ga ada waktu karena kesibukan kariernya. Ga penting buat dibahas.
Di babak ketiga, yang menurutku cukup lucu. Keluarga Ve surprisingly dihadirkan di acara itu untuk memberikan testimoni. Seorang ayah, ibu, dan adik perempuan yang cukup bergebu-gebu untuk mempromosikan kakak perempuannya, “Ga akan nyesel klo milih kakak gue,” serunya mantap. Sang ayah pun berkata klo Ve membantu perekonomian keluarga. Dan sang ayah malah sempat menyeka airmatanya, oh Beliau menangis rupanya. Dari situ agak ketara kalau keluarga si cewek tampaknya tidak begitu berada. Aku mulai lebih mengamati lagi pakaian mereka yang sederhana, dan riasan wajah mereka yang terasa agak dipaksakan. Dan benar, hampir setengah dari cowok2 itu mematikan lampunya. Cowok-tidak-beruntung yang kebagian ditanya alasan mematikan lampu, tampak memaksakan alasan dia mematikan lampu. Katanya, ”takutnya Ve ternyata orang yg egois karena Ve itu anak pertama.”. Capeeeeeeeekkk deh. Ketahuan banget cuma cari-cari alasan. Sang cewek menanggapi, klo saya orang yang egois, gak mungkin saya akan membantu ekonomi keluarga. Kamera menyorot lagi pria yang menolak itu, wajahnya merah padam. Kenapa banyak yang menolak Ve begitu keluarganya muncul? Apa mereka takut akan ikut menanggung beban ekonomi keluarga Ve? Cuma cowok-cowok yang matiin lampu tadi yang tau jawabannya.
Next step. Oke, karena jumlah pria yang masih menyalakan lampu tergolong lumayan banyak, jadi Ve harus mematilkan 9 lampu n menyisakan 3 orang. Blep Blep Blep Blep Blep Blep Blep Blep Blep
Pertanyaan pertama, ttg karier. Blep, mati lagi satu lampu. Sisa 2 orang
Pertanyaan kedua, Ve nanya, ”tiap manusia pernah berbuat kesalahan, nobody’s perfect, apakah kamu mau memaafkan kalau saya ada kesalahan”. Yup semua memaafkan. Blep, satu lampu lagi mati. Sekarang tersisa 1 orang, Moko namanya.
Choky bertanya pada Ve, akankah Ve take him (Moko) out? Tapi ternyata sebelum itu, Ve mau bertanya pada Moko.
Olala, Ve mengaku dia adalah single parent, punya anak 4 tahun
Aku langsung menghitung cepat, dia sekarang 25 tahun, punya anak umur 4 tahun, artinya dia berumur 21 tahun saat hamil. Pikiran pendekku langsung MBA, apalagi mengingat pertanyaan keduanya tentang dia permah melakukan kesalahan. Semua cocok. (mungkin)
Ve menawarkan apa Moko mau menerima keadaan Ve apa adanya.
Moko menolak dengan alasan dia belum siap n dia seorang bujang n pingin dapat yang masih bujang juga. Moko shock tuh, kecele’ rupanya dia. Hilang semua kepositifan Ve di awal, bagi dia. He says, “NO.”
(Potret Kehidupan, miris tapi nyata )
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 4:57 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Newflash
Kamis, 08 Oktober 2009
Malaikat Kecil Bersuara Menggelegar
Jangan lupa bawa alat diagnostik masing2.
Fwd : gita-andin-pipit-eli-ijan-gita.
Its screening time!
Persiapan alat dan bahan :
1. alat diagnostik yang udah terkunci di loker semenjak nganggur2 selama di lab KGA
2. form pemeriksaan
3. kapas hasil pencurian dari lab tertentu
4. alkohol 95% hasil pencurian dari lab tertentu
Tiga hape udah dipasang alarm volume maksimal yang disetel bergantian, membuat suasana bangun pagi yang tidak alami. Kalau alami, aku bangun jam berapa ya?? (^^)
Berbekal semangat, mata sembab, dan perut keroncongan, kami melaju ke SD target.
" semangat semangat!" kata si A.
" huhuhu, ngantuuuuuukkk." kata si B.
" laper ni," kata si C.
" aduh aku kebelut pub tapi ga sempet," kata si D yang kian memperparah situasi.
Dimulai dari kelas 6, 1, 3, 5, 2, 4. Satu sekolah kami babat habis di 1 hari! Hahahahaha.
Tanya dong mereka jumlah siswanya berapa? Cuma 59 orang di satu sekolah! Oalahhh..
Klas 6 yang tergolong diam n bergigi bagus.
Klas 1 yang kecil-imut-pendiam- dengan gigi yang mikro
Klas 3 yang ampuuuuun dj, insaf dong adek2
Klas 5 yang jumlah muridnya juga cuma 5
Klas 2 yang rebutan mau mpraktekin nyikat gigi
Klas 4 yang jumlahnya paling banyak, berlarian2, tereak2, tanya nomer hape.
Masing-masing kelas dianterin ma gurunya masing2 ke ruang tempat kami memeriksa dengan bergantian.
Sebelumnya sang guru memesan kepada murid untuk jangan ribut, didengarkan mbak2nya, dan mereka menjawab patuh dengan sangat manisnya, membuat kami "ooohhhhhh,,,," terlena.
Sang guru keluar, dan dalam 5 menit mereka BERUBAH!!! Jadi Power Rangers!
Gedubrak gedubrak!!
DORR DORR! GRrrrmm
Brrrth, X%#*LY!!!
Ting Duk Tak PSSStttt..
4 jam kami berjuang, kami tertindas, kami terpukau dengan semua MAKHLUK KECIL BERSUARA MENGGELEGAR itu.
Saking ributnya, aku mpe tereak, "SEMUA, BERBARIIIISSSSS!!". Eh ga nyangka mereka beneran baris, jalan di tempat untuk sementara, kemudian berjalan beriringan memutari meja. Ritual yang aneh. Tapi jadi lumayan tenang, sampai akhirnya pecah lagi semua suara.
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 5:33 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tooth Fairy
Senin, 05 Oktober 2009
Pikiran dan Ucapan adalah DOA
Sekarang aku n kelompokku udah lanjut ke klinik Kedokteran Gigi Anak (KGA). Tempat para anak kecil berlari2 kesana kemari, hehehe.
Klinik ini dari dulu udah tersohor bgt klo susah n lebih sering inhalnya daripada lolosnya. Dengan requirment yang banyak, waktu yang sempit, dan behavior anak yang terkadang susah diatur.
Hmmm, dengan mitos-mitos tadi udah buat aku ciut dulu pas masuk lab ini. Pikirannya udah kemana-mana, bawaannya negatif n ga semangat. Walaupun dalam hati udah berusaha semangat2, tapi ya ternyata biasa ajah.
Tadi pagi, kami pretest KGA dengan salah satu dokter yang lumayan ditakuti (pengalaman S1 kemarin). Dokter EL namanya. Setelah ngasih pretest n ngobrol ngolor ngidul, beliau juga sempat ngasih nasihat. Ada nasihat yang ngena banget di aku, n mungkin juga di temen-temenku.
PIKIRAN DAN UCAPAN KITA ADALAH DOA.
Bener banget!
Dengan kita berpikir ga bisa n cuma mengeluh terus, itu bisa mbuat kita down, ga percaya diri, n ga semangat. Karena dipikiran kita, kita udah tersugesti, "aku ga bisa". Kalah sebelum bertanding itu namanya. Padahal dimulai aja juga belum. Ucapan yang ga semangat itu buruknya bisa mempengaruhi semangat temen kita, coba klo temen kita ga kuat, pasti ikutan ga semangat juga. Hehe, menular.
Hmmmm, jadi mulai sekarang ayok kita ubah pikiran n ucapan kita.
Pikiran - aku insya Aloh bisa-
Ucapan -optimisme n saling mendukung-
dan ikhtiar (ayo skrining, teman)
Aku tunggu besok jam 7 di kosQ, hehehehe...

KITA BISA! (SBY bgt yaaa, tapi JK tetep oye!)
.
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 2:39 PM 2 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tooth Fairy
Minggu, 04 Oktober 2009
Seluruh Indonesia Memakai Batik (021009)
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 1:37 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Newflash
Kusut
Lagu-lagu yang sangat akrab di telingaku kala itu.
Kala aku masih sangat muda.
Hanya tidur-tiduran di kamar,
mendengarkan musik,
bernyanyi bila aku tau liriknya.
Gak ada beban.
Hiks, sekarang,,,,,
Saat santai pun, pikiran ga bisa rileks,
Ada yang mengejar,
Menuntut untuk dipikirkan.
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 12:50 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Song la Poetry
"Kok ga pake sayur, mba?"
Anak kos, ya itu jabatanku sekarang. Ciri anak kos tu apa-apa harus sendiri, termasuk juga makan. Coba di rumah sendiri, ga perlu bingung-bingung kalo mo makan, tinggal buka tudung saji di meja makan. Ada deh 4 sehat 5 sempurna (lebay).
Tinggal di Jogja untk menimba ilmu keGigian, jauh dari rumah, jauh dari tudung saji yg tinggal dibuka kalo laper tadi. Mau ga mau harus keluar cari makan.
Di deket kosQ (kira-kira 50 langkah kakiku) ada warung makan, baru buka 4 bulan yang lalu. Penjualnya seorang ibu dengan dibantu kroni-kroninya.
Apa ada yang spesial?
Ada!
Selain harga yg tergolong sangat murah, sampe-sampe rasanya ibunya itu ga ngambil untung, cuma bermodal budi luhur memberi makan anak-anak kos yang kere. Yang spesial bagiku adalah ibu penjual ini bagaikan seorang "ibu" yang memperhatikan makan anaknya. Misalnya tadi pagi aku milih makanan tanpa pake sayur.
Ibunya bilang, "Lho kok ga pake sayur mbak."
Aku, 'Ga bu, kebetulan hari ini ga ada sayur yang saya suka."
"Lha mbak suka sayur apa?"
"Yang jipang itu bu"
"Oh, yawdah besok ibu buatkan."
Huhuhuhuhuhuhuhu,,,,,
So sweet bukan.
Anak kos jauh dari keluarga, kurang kasih sayang, jadi terharu dengan perhatian yang mengingatkan dengan kehangatan yang biasa didapat dari rumah.
Jadi,
makan enak, makan murah, penjual baik.
PUASSSSS....
(^^)Y
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 12:21 AM 1 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tingkah Polah Andin
Jumat, 02 Oktober 2009
Rabu, 30 September 2009
Sade - By Your Side
Dapat membangkitkan semangat, dapat menimbulkan harapan, dapat mengulang kenangan, dapat menggugah hati. Kata-kata yang mengena di hati, ditunjang dengan alunan nada yang memanjakan telinga.
By Your Side (SADE)
you think i'd leave your side baby
you know me better than that
you think i'd leave you down when you're down on your knees
i wouldn't do that
i'll tell you you're right when you want
and if only you could see into me
oh when you're cold
i'll be there
hold you tight to me
when you're on the outside baby and you can`t get in
i will show you you're so much better than you know
when you're lost and you're alone and you cant get back again
i will find you darling and i will bring you home
and if you want to cry
i am here to dry your eyes
and in no time
you'll be fine
you think i'd leave your side baby
you know me better than that
you think id leave you down when you're down on your knees
i wouldn't do that
i'll tell you you're right when you want
and if only you could see into me

Hmmm, bagus ya liriknya.
Hmmm, lagunya juga enak.
SIP deh.
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 12:50 AM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Song la Poetry
Selasa, 29 September 2009
DEVISA; baca,sadari,ubah
Sering banget dong kita denger istilah devisa. Bagi orang yg berkecimpung di ekonomi pasti ngerti banget A to Z about devisa. Tapi buat aku-yang-sekeluarganya-ekonomi-tapi-akunya-gak-ngerti-ekonomi sejujurnya ga ngerti-ngerti banget ttg devisa itu. Pas lagi blogwalking, nemu blog ttg devisa (suamigila.com). Jadi ngerti deh.
*
*
*
Devisa adalah salah satu faktor yang penting (kalo gak yang terpenting) bagi sebuah negara. Devisa yang kasus kita memakai USD, quite simply bisa dianalogikan sebagai semua tabungan yang sang ayah miliki dalam sebuah keluarga.
Ketika si anak sakit, sang ayah menjebol tabungannya untuk belanja obat. Ketika atap bocor, si ayah keluarkan tabungannya untuk benerin atap.
Ketika anaknya pengen sekolah, ayah bayar SPPnya pake devisa.
Dari mana ayah dapat devisanya? Ada banyak caranya.
Ayah A, menanam kopi di kebunnya dan di depan rumah bikin gerai kopi. Dia jual capuccino mahal. Untung besar setelah rugi sedikit dari bikin gerai kopinya. Sekalian dia nanem sayur dan piara dan buka gerai burger. Di kebunnya juga ada kayu jati. Di garasi dia bikin mainan kayu dan dia jual mahal mainan itu. Ayah 1 ini menjual barang jadi.
Yaitu harga jual = modal + bahan mentah + keahliannya.
Ayah B, punya hal yang sama. Dia punya kebun kopi, sapi dan hutan kayu. Tapi dia jual panen biji kopinya. Dia jual panen sayur dan sapinya. Dia jualin kayunya. Tentunya karena semuanya bahan mentah, harga jualmya gak seberapa.
Yaitu harga jual = bahan mentah.
Misalnya : Ayah B jual biji kopi 500 perak 1 kilo ke ayah A. Di mana 1 kilo bisa bikin 100 cangkir. Ayah B kemudian haus dan beli kopi ke ayah A. Harga 1 cangkir 200.
Nah, kebayangkan kan betapa ayah A makin kaya, sedangkan ayah B makin miskin tiap harinya?
Betapa tiap harinya, devisa ayah B makin menipis sedangkan devisa ayah A makin meningkat.
Ayah B adalah Indonesia dan ayah A adalah negara maju.
Kita sebagai rakyat Indonesia gak bisa menghalangi free trading atau gak bisa menghalangi global commerce. tapi setiap barang impor yang kita beli, sebagian dari duit itu pergi ke negara lain.
Ayah kita adalah negara kita. Dia memegang devisa dalam USD. Kita sebagai rakyat memegang IDR. Sejatinya, kita sebenernya tidak memiliki USD kita secara personal. Maksudnya gini.
kasus 1:
Elo eksport biji kopi, laku USD 1000. kemudian, lu pengen beli motor. USD 1000 lu itu ada di tangan lu, tapi sebenernya itu devisa milik negara. Ini karena setelah lu ekspor kopi, lu gak mungkin memakai USD untuk beli motor kan? makanya lu pasti tukerin USD 1000 ke negara ke rupiah, barulah beli motor.
Di kasus ini, berkat elu, devisa negara bertambah USD 1000. Sebagai tukarannya, negara memberikan elu rupiah 10 juta untuk lu pake.
Kasus 2:
gue menghabiskan 2 juta per bulan beli kopi enak asal (katakanlah perancis) bernama Bax. Enak banget. Yang gue gak sadar adalah, dari 2 juta rupiah itu, katakanlah 1 juta (USD 100) diambil oleh manajemen Bax balik ke negaranya. Apakah negara itu mengambil 1 juta rupiah? gak lah, mana laku rupiah di negara dia. Untuk mengambil 1 juta rupiah itu, Bax tukar 1 jutanya ke negara Indonesia dan dengan terpaksa negara memberikan Bax USD 100. Abis itu, Bax bawa USD 100 itu balik ke negaranya. Di negaranya, USD juga gak laku. Yang laku Euro. Makanya sesampai di Perancis, dia tukarkan USD 100 itu ke euro.
Hasil:
1. Gue bokek 2 juta.
2. Negara berkurang devidanya USD 100.
3. Perancis bertambah kaya USD 100.
4. Bax tambah kaya karena dapet Euro itu.
Dari sini keliatan ada dua bahaya:
1. Indonesia adalah pengekspor bahan mentah. yang mana harganya murah.
2. Indonesia juga mengonsumsi barang jadi yang mahal harganya.
Intinya, di kala petani kita ekspor biji kopi dan garmen, mereka dapet paling cuman USD 1 juta dan menjadi devisa negara. Tapi berapa banyak orang kota minum kopi? beli baju branded? beli sepatu import? konsumsi barang impor kita bisa menggerus devisa yang petani udah susah payah kumpulkan untuk negara.
Kalo kita pengen maju, negara harus punya uangnya/devisanya. Kita komplen pendidikan gak maju. Pemerintah akan meningkatkan pendidikan kalo ada devisa untuk bangun sekolah, lab, etc. Dari mana devisanya? harus lebih banyak orang Indonesia yang buka gerai seperti Bax itu. Di mana saking kerennya, kita yang buka cabang di negara mereka dan menyedot devisa mereka menjadi devisa negara kita.
Intinya apa coba? Kita lah yang harus mulai.
1. Beli produk lokal agar
- devisa negara tidak tergerus.
- murah
- mengurangi pengangguran.
2. Bikin usaha lokal yang menginternasional agar
- bisa ambil devisa negara lain untuk negara kita.
- jadi kaya
- juga menyerap tenaga kerja
Kalo Indonesia miskin, jangan gampang salahin pemerintah. Kita liat dulu pola konsumsi kita. gue gak bilang untuk boikot produk impor. Gue juga gak bilang kita harus pakai 100% produk lokal karena jujur aja, bikin mobil dan lainnya kita belum bisa.
Tapi yang penting ini: gua gak berhak ngatur orang bagaimana mereka harus berkonsumsi. tapi kita semua bisa memilih 1 dari 2 hal:
1. Pola konsumsi yang menggerus devisa negara?
2. Pola konsumsi yang tidak menggerus devisa negara?
dan ingat, devisa negara lah yang membangun subway. Devisa negara lah yang membangun jembatan dan jalan.
Jadi, gue personally, gak akan maki-maki kenapa jakarta gak mampu bikin subway, kalo gue lagi kejebak macet sambil minum kopi brand import.
*
*
*
Sekarang yuk kita tilik barang sehari-hari kita.
Merk tas kita?
Merk baju, celana, sepatu kita?
mau pakai merk apa aja itu emang hak kita, sebagai anak muda mungkin branded jadi salah satu hal penting (penulis-udah-ga-muda), atau mungkin faktor kualitas yg kebanyakan orang mikir klo produk dari luar tu bagus n tahan lama. Padahal ya gak juga.
Ur country, ur choice.









(hehehe, gambarnya makanan semua. penulis-suka-makan)
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 7:50 AM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Newflash
Jumat, 25 September 2009

Apa pula ini?
Sejak jaman frenster, beralih ke fesbuk, n sekarang welcome to twitter. Ckckck. Bener-bener peralihan. Sebelum itu mungkin cuma ada chat mirc atau YM.
Kenal yg namanya internet sejak jaman seragam putih biru klas 3. Diajak secara persuasif ma temenQ bernama Marlia yg hobinya chatting kala itu. Tiap pulang sekolah, sering bgt mampir ke warnet cuma buat chatting. Jaman dulu, internet aku taunya cuma buat chatting, belum kenal surfing, browsing, etc. Ampun deh.
Awalnya cuma ikut-ikutan. Tapi lama-lama mulai tertarik juga. Ngobrol ma org baru, umur beda, tempat beda, profesi beda, bahkan ma bule2 ga jelas juga. Kecanduan mpe ngebayangin lagi ngetik buat chat gitu, paraaahhh!!
Tapi dulu mirc kbnykn org yg ga jelas n juga para pemula. Lama-lama males juga tiap ngobrol ma orang baru harus selalu ngulangi introduksi. "Hi, asl plz". Hehehe,,
Jadi mulai beralih ke YM yg lebih berkelas.
YM lebih seru aplikasinya, lebih hidup. Emoticons de.el.el
(andin_senyumsehat@yahoo.com).
Kemudian wabah frenster mulai berhembus. (www.m.friendster.com/profile/user/13618773). Dari tahun 2005 mpe 2008 akhir. Dari friendster juga, aku mendeteksi pacarku jaman itu suka flirting ma "adek2" (out of record).
Trus tiba2 frenster mulai terasa sepi. Ada apa dengan frenster (AADF). Ternyata semua udah beralih ke fesbuk. Hmmm, mau ga mau harus mau ikut pindahan ke fesbuk (fb). Awalnya aku ngrasa fb tu terlalu rame, sedikit2 tercantum di wall, komen foto aja ikut ketulis di wall, jadi kesannya crowded bgt! Tapi itu dulu, skrg fb rasanya COMPLETE. Mainan ada, komen foto ada, upload video ada, note ada, notification ada, bday ada, forums ada, group ada, status ada. Weh bener-bener sesuai slogannya, " help u connect n share with people arround u ". Anak SD aja punya FB!
(www.facebook.com/andina.ns)
Tapi sekarang mulai tercium bau-bau twitter. (www.twitter.com/andin_milktea)Belum terlalu rame sih. Fb masih tergolong ramai, frenster mah udah kayak kuburan di malam hari.
Twitter. Sejujurnya aku juga msih ga mudheng. Masih bingung. Masih blm fun. Yah, mulai diseriusin klo udah pada beralih lagi. Sekarang mah masih viva fb!
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 12:56 AM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tingkah Polah Andin
Kamis, 24 September 2009
Akhirnya dapet juga pasien GTC
Di postingan sebelumnya aku pernah nulis tentang kriteria kasus di lab prostho, salah satunya GTC, the most expensive one!
Akhirnya, di akhir siklus, aku mulai mengerjakan pasien GTC ku. Namanya pak Ari Permana. Gigi yang kukerjakan adalah geraham atas kanan atau molar satu. Dari posisi giginya, dah kebayang susyenya aku bakal preparasi gigi tersebut. Ga segampang gigi depan atau gigi bawah. Tapi ya udah, dapetnya juga itu, dianggap tantangan ajah.
Perkiraanku, ngerjain preparasi (ngurangin gigi tetangga sebagai gigi pegangan) bakal cepet. Tapi tyta cukup lama.
Awalnya masih takut-takut n ditunjang dg posisi gigi yang pemalu di bagian belakang sehingga butuh retraksi pipi yang ekstra. Rasanya sayang gigi bagus kok dikurangin, jadi nguranginya masih dikit. N alhasil acc dosen jadi ga dapet secara masih kurang preparasi giginya. Yawda aku mulai beringas dalam mengurangin giginya, n yippie acc juga. Ga sia-sia punggung, tangan, n leherku yang kemeng selama ini.
Oh ya, salah satu kesulitannya, pak Ari ini orangnya gampang banget sariawan. Beliau cerita, dalam seminggu pasti ada sariawan. Mpe beliau udah kebiasa. Apa kena RAS ya? (Recurent Apthous Stomatitis). Jadi juga karena kena kaca mulut, besoknya sariawan. Setelah kucetak rahangnya, besoknya sariawan. Aku retrak pipinya, besoknya juga sariawan. Kasihan bgt lah. Mpe udah aku kasih obat sariawan plus redoxon lho! Bahkan pas gigi tiruannya jadi, waktu pemasangan jadi mundur karena lagi sariawan itu. Hehehe. Gak pa pa mundur drpd pas dipasang malah nyenggol sariawannya, pasti perih bgt kan. Huhuhu.
Tapi alhamdulillah pak Ari tu orangnya sabar n kooperatif bgt. Kita partner banget deh dalam proses pembuatan GTC ini. Makasih ya pak.
Sekarang pak Ari udah make GTCnya, n alhamdulillah hasilnya memuaskan. Semoga bermanfaat ya pak. Amiin. C;
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 12:11 AM 1 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tooth Fairy
Sabtu, 12 September 2009
Anugrah atau Cobaan (sepele tapi penting)
Aku ga tau ini anugrah atau cobaan.
Gini ceritanya :
.
.
Aku beli prabayar/ voucher buat ngenet wife dari warnet di sebelah kosku. Aku mintanya yang 10 jam aja dengan harga 25 ribu.
Price list:
5 jam Rp 15.000
10 jam Rp 25.000
1 bulan Rp 250.00
DAn ternyata setelah aku pake di kos buat ngenet aku check saldo n waktunya kok aneh, kok buat 30 hari (30x24 jam), bingung tapi senang kayak dapet durian rontok. Aku check amplop pembungkusnya bener kok ada tulisan 10 jam (Rp25000). Tapi dicheck dalemnya ternyata price 250000.... Wow, ternyata itu voucher yang 1 bulan. Mungkin penjualnya kurang teliti dalam melihat harga antara 25000 dan 250000.
What should i do??
Aku beli dengan harga yang sesuai kemampuan, tapi klo ternyata dapat yang lebih, sungguh beruntungnya aku, rejeki.. Tapi klo dipikir lagi, itu hakQ ga ya?? Binguuuungggg,,,
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 1:26 AM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tingkah Polah Andin
Selasa, 08 September 2009
Benny & Mice, New Books
Jalan2 ke Toga Mas.
Huwaaaaaa, ada buku Benny-Mice terbaru.
Lost In bali 2, duh kok harganya lebih mahal dibanding buku yg pertama, tp ya sudahlah tetep dibeli. 
Pas mau jalan ke kasir, huwaaaaa, ada buku benny mice lagi!
Presiden ke Presiden, lebih tebal!
Gahwat, budget buat beli 2 buku ada g yaaa.. 
Tapi lagi-lagi ya udahlah, beli semua.
Kalau yang namanya udah ngeFans, jadi gelap mata. Hoho..
Semoga menang kuis di bukunya yang liburan ke Bali buat 3 orang.
Sapa mau ikut? Hehehe... :P
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 11:35 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Bookshelf
Edisi Penyair
Jaman mudaku dulu, aku sering bgt buat puisi, syair gitu lah. Apa yang ngganjel di hati klo dah dituangin di tulisan bisa mbuat plong. Terserah orang yang bersangkutan bakal baca atau gak, tapi rasanya udah kayak menyampaikan isi hati n pikiran. Nanti aku bakal nulis ulang di blog ini, salah satunya ini (yang umum aja dulu)
SELIMUT
Apabila aku takut
Aku akan membenamkan diri padamu
Apabila aku mengantuk
Aku akan mengajakmu bersama merajut mimpi
Selimutku yang hangat
Menutup rapat membungkus tubuhku
Seakan mampu melindungiku dari dinginnya kehidupan
Selimutku yang empuk
Kubentangkan membentuk permadani
Seakan selalu menyambutku dari kerasnya kehidupan
Kusandarkan tidurku padamu
Selimutku yang harum
Kuhirup dalam aromamu
Membiusku melupakan busuknya kehidupan
Membawaku terbang ke taman bunga
Mama,
Jangan kau tarik selimutku
Biarkan aku dalam anganku
Aku enggan
Menghadapi dunia yang makin membingungkan
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 10:19 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Song la Poetry
Sabtu, 22 Agustus 2009
Hidup di KAGe Sangat Ga Gampang

Tulisan ini bener2 aku mau dedikasiin buat temen-temen koas fkg pada umumnya, n khususnya untuk temen2 kelompokku tercinta, eli, gita, pipit, mb ita, ijan. Dan juga kelompok pasanganku, pithenk, tiwit, atha, enos, n aank.
“Hidup di kage tuh sangat ga gampang “
Sekarang ini aku lagi berada di detik-detik perpindahan lab, di saat semua persyaratan seharusnya sudah dipenuhi, baik kasus dan log hari kerja. Tapi nyatanya tidak. Yang lab prostho masih belum kasus ini lah, yang lab konser log nya kurang n kasus ini baru setengah jalan. Semua punya permasalahan sendiri, baik yang dicurahkan maupun yang dipendam untuk hatinya sendiri.
Kalau diamati, khususnya kelompokku ajah, ada yang sangat ekspresif dalam mencurahkan problemnya, ada yang stay calm, dan ada yang malah menghilang, tapi aku yakin kita semua tengah berjuang. Berjuang itu tujuannya udah bukan hanya bisa ikut ujian aja, ada yg udah merelakan kasusnya karena emang terhadang waktu yang semakin sempit, atau bahkan ga punya pasien buat kasus itu. Tapi kita berjuang untuk tetap bekerja maksimal sampai pintu waktu lab prostho-konser dah bener-bener mengusir kita.
Di akhir hari, biasanya kita sempatkan berkumpul untuk sharing ttg suka duka kita hari itu, kemudian mengeluh bersama, tertawa bersama, saling menguatkan, dan terkadang diakhiri dengan makan bersama, karena perjuangan seharian itu terkadang membuat kita lupa makan. Padahal lab tedahulu sering banget kita makan siang bareng di kantin. Aku n eli yang ga modal suka nebeng nitil makanan pipit, gita n makcik ijan, hehehe. Viva air putih ya el, hohoho..
Aku merasa beruntung berada di kelompok kita ini, kelompok pengecut, hehehe yo ben!! Saling bantu. Makasih banget buat pitheng yang udah ngasih aku pasien GTL n sharing pasien PSA, makasih juga eli karena mengenalkan dengan pasien GTC yang ramah n sangat sabar menunggu giliran. Sharing pasien antar aku n gita, antar pipit n eli, eli n gita, gita n mb ita, aku n eli, dan juga dengan kelompok laen. Semua berputar, erat.
Makasih juga buat temen2 yang udah pernah bantu aku buat klamer lah, ngadukin alginat lah, sucking saliva pasien lah, mbagi glove lah, dan semua hal kecil yang artinya sangat ga kecil.
Jadi sekali lagi aku mau bilang :
“ Hidup di kage tuh sangat ga gampang, tapi dipermudah karena keberadaan kalian teman-temanku. “
Selepas ini semua, semoga kita bisa tertawa mengingat lika-liku perjuangan kita, hal menyenangkan bahkan yang menyedihkan.




Coretan Andina Novita Sari, SKG at 10:32 AM 15 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tooth Fairy
Minggu, 02 Agustus 2009
Agustus itu merdeka

Wah, bulan Agustus dah datang. Warna merah putih mulai dipajang dimana mana.
Euforia menyambut kemerdekaan bangsa kita.
Aku jadi teringat 1 taun yg lalu, tepat tgl 17 agustus 08, hari dimana aku AKHIRNYA diijinin keluar dr rumah sakit, setelah 2 minggu aku terkukung akibat sakit komplikasiku. Typus, DBD, hepatitis A.
Sarapan pagi dikala itu terasa lebih enak n yang tambah seru yaitu bentuk snacknya, semua berbentuk bendera merah putih. Pas bgt lah. 

Aku merdeka!
(Hehe, ga deng, aku juga masih istirahat total di rumah slama 2 minggu)
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 1:42 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tingkah Polah Andin
Jumat, 24 Juli 2009
Jam Tangan Norak dari Pipit

Terbilang 3 orang gadis sedang melenggang di sebuah mall, Andin, Pipit, dan Christ. Tujuan utama menemani Christ yang mau beli kado nikahan buat kakak pacarnya. Setelah ga jelas kesana kemari, kami memutuskan beli jam tangan pasangan.
Pindah-pindah stand jam buat cari yang harga ekonomis. Tiba di suatu stand yang menjual jam tangan, dari yang lumayan kinclong sampe yang norak-norak basah. Ada jam buat anak SD juga, yang warnanya genjreng membutakan mata. Gak itu aja, modelnya aduhai norak, bentuknya mencolok, n kalau mau lihat jam berapa harus dibuka dulu tutupnya. Ya Tuhan, ampuni desainer jam-jam norak itu.
Pipit malah nantangin aku, “nDin, tak beliin jam kayak gini tapi kamu harus pake ke kampus!!”.
PikirQ : “Lhah, padahal tadi bilangnya bulan ini dia dah banyak banget pengeluaran jadinya dah gak mau beli apa-apa lagi.Heran deh aku, kok malah mau mbeliin aku jam. Emang sih harga jamnya juga ga seberapa, 14 ribu, itupun masih diskon, jadinya cuma 11 ribu (dapat dibayangkan kan jam seperti apa yang bisa didapat dengan harga segitu, hahaha).”
“Beneran? Okey, ga masalah. Aku sih orangnya cuek-cuek ajah”
“Harus kamu pake ke kampus 3hari seminggu lhoh!”
“Weh, ya gak 3 hari lah, jam-jamku yang laen kasian ga dipake”, aku beralasan.
-perdebatan ga penting berlanjut-
Yawda kami pun mulai mencari jam buat aku. Aku pertama milih jam balerina warna ungu, cukup lucu walau masih tetep norak. Trus Pipit memberikan pilihan yang laen lagi, ada yang monokurabu biru atau kelinci ijow. Hmm, yang kelinci ijow ni lucu juga, n gak norak, just cute.
Trus Pipit menyadari, harusnya aku dibeliin jam yang norak, bukan yang lucu. Dia akhirnya memilih jam-jam yang lebih kejam lagi buat aku, misalnya jam spider man, jam mobil, ouww..
Tapi setelah bersikeras, adu mulut n adu jotos, akhirnya dia mbeliin jam kelinci ijow yang cute tadi.. Hahahaha. Makasih ya pit..
Bener-bener kami orang ga penting.
Tambahan : Nasib Christ yang berkepentingan utama, dengan sukses kami lupakan. Maaaaafffff!!!
Coretan Andina Novita Sari, SKG at 5:00 PM 0 uneg-uneg Links to this post
Labels: Tingkah Polah Andin








